Tampilkan postingan dengan label I'm Going to Write A Book. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label I'm Going to Write A Book. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Februari 2016

I'm Going to Write A Book : Day 6 (Musuh Baru)

Jangan tanyakan aku ini hari ke berapa. 

Akhir pekan sekolah memberikan kebebasan bagi murid-muridnya untuk menghabiskan waktu di rumah. Errr sabtu dan minggu, kuingatkan jika kau lupa kapan itu akhir pekan. Tidak untuk kali ini. Aku tidak akan menyia-nyiakan waktu senggangku terbuang sia-sia. Terlebih, Bibi Lily sedang dalam perjalanan menuju kemari. Oh tidak. Jangan sampai dia membuatku harus mencicipi masakannya. Maaf Lily, aku merasa kasihan pada hari-hari John. Bersabarlah Paman John, masakan istrimu memang......unik. Aku sudah mencoba menggunakan kata tersopan untuk menggambarkan rasa masakannya. 

Hentikan.
Aku harus keluar dari rumah.

***
Sepertinya aku baru pernah melihat toko buku ini. Hmm. Menarik. Mungkin aku bisa menemukan sebuah ide. 

Misteri..
Teka-teki..
Cerita hidup...
Kisah horor...
Love story...

Fan...ta..si...
Wait.

Hmmm. Hmm. APA??!

Selasa, 04 Agustus 2015

I'm Going to Write A Book : Day 5 (Best Authors)

Ini. Sudah. Sangat. Keterlaluan.

Memasuki hari kelima, aku mulai panik. Ingatanku berjalan mundur, tentu saja, mana ada ingatan yang berjalan maju Rino! Mencoba mencari-cari penyebab penundaan penulisan masterpiece ini. Urrgh tidak ada manfaatnya, mana mungkin aku menyalahkan orang lain, Bibi Lily? Tidak, dia hanya membuat jagung rebus dengan rasa telur asin yang sayangnya, dia tidak percaya. Sandra? Mana berani aku menyalahkannya, walau sudah jelas dia membuang tiga puluh menit lebih waktuku untuk mengikuti permainan memilih-wajah-orang. Bagaimana dengan Azka? Jangan ingatkan aku dengan anak kecil itu. Wajahnya membuatku iri, menurutku aku jauh lebih tampan, tapi semua orang mudah tertarik padanya. Atau Ted?? Anak itu memang menyebalkan, jangan sampai wajahnya muncul dalam ingatanku!

Sepertinya aku butuh inspirasi. Mungkin google bisa membantu. 

Sabtu, 16 November 2013

I'm Going to Write A Book : Day 4 (Sepertinya Aku Orang Jahat)

Ini sudah hari keempat, memasuki musim hujan hawa menjadi lebih cepat dingin. Setiap hari halaman rumahku selalu basah. Aku bosan melihat Loyle, tetanggaku yang masih amat kecil itu melompat-lompat kegirangan di depan halaman rumahnya yang berumput dan tergenang air hujan. Tak bisakah kau melihat isi kepalaku Loy? Ketika semua orang bergembira menyambut hujan datang, aku merasa lesu dan khawatir. Bagaimana bisa aku meneruskan misi penulisan buku di tengah hawa yang begitu menggoda untuk tidur? Loy, aku harap kau akan selalu menjadi anak kecil, hingga kau tak perlu berfikir bagaimana cara memulai sebuah kalimat untuk menulis buku. 

Pagi hari ini seperti biasa aku berangkat menuju sekolah, berjalan melewati petakan jalan yang di sela-selanya ditumbuhi rumput hijau dan sedikit menyisakan genangan air yang terlihat amat segar. Ah! Terlihat begitu menggoda. Seperti biasa di sana sudah ada Loyle.

"Pagi Lin!". Sapanya disertai senyum yang memamerkan hamparan gigin kecilnya yang.....aku yakin milikku saat masih kecil lebih baik darinya.

"Hai Loy, melompatlah sesering mungkin agar kau cepat tinggi dan kita bisa bersama-sama membuat sebuah buku dan aku ingin menyerahkan tugas terberat padamu agar aku bisa duduk bersantai menunggu tulisan darimu dan aku yang akan menyuntingnya sementara kau yang akan menulis semua isinya, kemudian buku itu diterbitkan dengan namaku dan namamu dengan namaku dicetak mengunakan huruf yang lebih besar". Rasanya aku ingin membalas sapaannya seperti itu, tapi karena aku anak baik, yang keluar hanyalah "Pagi Loy. Melompatlah dengan penuh semangat". Sepertinya aku salah berucap, bisa kau tebak, dia meloncat lebih girang. Aku tidak tahu kenapa ibunya membiarkannya bertingkah seperti itu.
***

Jumat, 06 September 2013

I'm Going to Write A Book : Day 3 (Teen Choice Awards)

Baiklah baiklah. Sudah cukup dua hari aku menunda momentum bersejarah lahirnya halaman pertama bukuku. Kali ini aku harus membuatnya. Coba aku cek amunisiku. Peralatan tulis, oke. Lampu pendukung, oke. Kursi empuk, oke. Meja rapi, oke. Ehem, cemilan, oke. Dan, inilah kalimat pertamaku.....

......
......
......

kriiing kriiing kriiing

"Sandra? Ya halo, ada apa?"

Sandra : Kau sudah memberikan votemu di teen choice awards?
Aku      : Apa itu?
Sandra : Kau tidak mengetahuinya? Jangan bilang kau sedang bercanda!
Aku      : Aku sungguh tidak mengetahuinya, permainan apa itu?
Sandra : Rino, kau bilang kau anak keren! Aku sudah memilih Robert Dawney dan semua film yang dia mainkan! Kau juga harus memilihnya!
Aku      : Emmm... maaf, tapi itu untuk apa? Dan siapa itu Robert? Apakah dia tetangga barumu?
Sandra : Hentikan bercandamu Rino! Aku akan memberikan alamatnya, dan kau harus memilih dia! Itu membuktikan kalau kau benar-benar anak keren!

Rabu, 03 Juli 2013

I'm Going to Write A Book : Day 2 (Aku dan Azka)

Oke. Lupakan masalah jagung dan telur asin semalam. Siang ini aku akan membuat lima halaman pertamaku. Eh sebentar, berarti harusnya lebih dari lima halaman. Ya akan kucoba deh.

Ibu : Rino....ibu mau ke pasar sebentar, titip Azka ya.

Oh tidak! Ibu menyodorkanku seorang bayi! Aku langsung dapat membayangkan nasib calon naskah bukuku ini, bisa-bisa dia akan berakhir menjadi lembar kosong sama seperti kemarin. Tapi aku tidak bisa menolak ibu.

Aku : Ya bu, letakkan saja disitu.

Gaya bicaraku seolah-olah Azka adalah sebuah barang. Maafkan aku Azka. Jadi kuperkenalkan dulu ya. Azka itu anak tanteku. Usianya masih dua tahun. Kalian pasti bisa membayangkan bagaimana tingkah anak usia dua tahun kan? Ibuku menaruh Azka di atas kasurku, sementara aku masih serius dengan kertas dan pensil. Tapi tiba-tiba aku melihat dia bergerak.

I'm Going to Write A Book : Day 1 (Jagung Rebus Rasa Telur Asin)

Aku ingin menulis buku! Yeah! Teman-temanku berkata bahwa orang yang terkenal dengan bukunya akan membuatnya terlihat keren. Apalagi jika buku itu mnejadi best seller. Sandra menyuruhku untuk menulis buku, dia berkata ada bakat tulis menulis dari mataku. Aku tidak tahu dia berbohong atau hanya ingin menghiburku. Satu-satunya jalan untuk membuktikan perkataannya adalah aku harus menulis sebuah buku sungguhan. Jika sampai bukuku tidak terkenal, kau orang yang pertama kali harus bertanggung jawab penuh Sandra, Kau harus membayar ganti seluruh biaya penerbitan. Tidak, suatu keajaiban jika aku berani memperlakukannya seperti itu.

Ini akan menjadi hari pertamaku menulis buku. Jika Sandra tidak berbohong dengan bakat yang ia lihat, aku cukup percaya diri untuk memulai sampai lima halaman pertama. Konsentrasiku penuh, sampai ketika..............