![]() |
| image source: www.google.com |
The Beginning
Tersebutlah sepasang suami istri yang telah menikah selama 36 tahun
dan hidup bahagia dalam petak rumah sederhana mereka di tengah desa. Dua orang
yang ditakdirkan hidup bersama ini adalah seorang petani. Ladang dijadikan
Tuhan sebagai tempat awal benih cinta mereka tumbuh dalam hati masing-masing.
Pun sampai saat ini, kantong uang mereka dihasilkan dari tanaman sayur yang
mereka rawat.
Suatu hari sang suami kembali dari pasar yang berjarak 7 kilometer
dari rumah mereka. Hanya satu dalam 12 bulan diadakan jual-beli dalam jumlah
besar di pasar tersebut. Konon kepercayaan mengatakan bahwa setiap tahunnya
akan ada satu orang yang terpilih dapat bertransaksi dengan penyihir yang
menyamar dan ikut berjualan di pasar. Tidak disangka, suami ini mendapat benih
wortel dari penyihir yang dimaksudkan dalam legenda, bonus dari bibit seledri
yang dibelinya sebanyak dua kantung. Si suami menceritakan pengalamannya
bertemu dengan penyihir tersebut kepada istrinya, lengkap dengan penjelasannya
tentang biji wortel yang diterimanya.
“Terimalah benih wortel ini, untuk saat ini hanya empat, dan kau tidak
akan mampu menebak sampai kapan aku akan berhenti memberi wortel ajaib ini.
Tugasmu hanya menanamnya berpasangan, dua dalam satu pot”
“Apa maksudmu?”
“Tanam setiap benih wortel yang kuberi, tanam secara berpasangan,
hanya aku yang dapat memanennya”
“Untuk apa wortel ini?”
“Tanam setiap benih wortel yang kuberi, tanam secara berpasangan,
hanya aku yang dapat memanennya”
“Mengapa hanya engkau yang dapat memanennya?”
“Tanam setiap benih wortel yang kuberi, tanam secara berpasangan,
hanya aku yang dapat memanennya”
“Lalu apa fungsiku?”
“Tugasmu hanya menanam setiap benih wortel yang kuberi, tanam secara
berpasangan, hanya aku yang dapat memanennya”
“Memang apa yang akan terjadi jika kutanam mereka dalam tiap pot yang
berbeda?”
“Beragam kejadian, kau akan mengetahui setelah kubiarkan itu terjadi”
Sesampainya di rumah, segera ia taruh empat benih dalam dua pot.
Diberi label A, B, C, dan D. Ditanam dalam waktu bersamaan, A dengan B, sementara
C dengan D. Ditempatkan dalam ruangan yang sama, serta mendapat perlakuan yang
sama pula. Dalam dua tahun pertama mereka tumbuh subur, berdaun lebat namun
tidak nampak sedikitpun badan buah jingganya.
